Ada Apa Saja di Toko Roti Jerman?

Roti petani

Menurut sebuah survey dari industri tahun lalu, sekitar 94 persen warga Jerman mengkonsumsi roti sebagai makanan pokoknya. Roti dengan jutaan macam cita rasa. Sebegitu banyaknya? Memang demikian. Sebab pembuat roti Jerman selalu menambahkan pilihan-pilihan baru setiap harinya. Dan menurut survey lain dari Association for Crop, Market and Nutrition Research, rata-rata warga Jerman makan 86 kilogram roti per tahunnya. Tertinggi di Eropa. Diet Atkin  tak laku di negara ini.

Pertama kali datang dan mencoba beberapa macam roti di sini, kami sempat tak doyan juga. Berasal dari negeri pemakan nasi, beralih ke roti butuh penyesuaian lama. Apalagi roti Jerman biasanya terbuat dari gandum penuh sehingga lebih keras rasanya jika dimakan. Serta dicampur ragi khusus yang agak masam rasanya. Selain lebih keras, roti sini lebih mantap alias mengenyangkan di dalam perut. Pantas jika dijadikan makanan pokok. Mereka kurang suka roti tawar putih seperti umumnya roti di tanah air. Seorang teman menyebut roti putih sebagai rati kapas. Sebab tak berasa kenyang ketika memakannya. Tak mengenyangkan dan cepat membuat lapar lagi.

Di Jerman, jarang sekali kami temukan sebuah jalan tanpa toko penjual roti. Murah dari toko murah hingga toko roti mewah. Mulai yang kuno penampakannya hingga termodern sekalipun. Semuanya mudah ditemukan dan dapat dipilih sesuai kemampuan kantong. Perkembangan terakhir adalah munculnya swalayan roti di tempat-tempat strategis di pusat kota, seperti mall atau stasiun. Harganya relatif murah, tapi pelayanannya minimal. Pembeli mengambil nampan, memilih dari puluhan jenis roti yang dipajang, lalu langsung membayar di kasir. Para turis mungkin akan lebih mudah untuk memilih maupun mengetahui bahan kue bersangkutan dari display di depan wadah roti besar mereka.

Meski di supermarket dan toserba juga tak kalah banyak menjual berjenis roti, sebagian orang Jerman memilih membelinya di toko roti. Untuk mendapatkan roti paling baru, langsung dari oven. Orang Jerman terkadang menyempatkan diri berkonsultasi dengan penjaga toko, untuk mengetahui jenis-jenis roti baru, roti dengan harga diskon di hari itu, dsb. Namun bagi mereka yang baru datang ke Jerman, belum mengenal berjenis roti mereka dan kesulitan mengeja nama-nama roti sini yang kadang aneh di lidah dan telinga, belum lagi bingung memilih dari sekian banyak roti, mungkin akan merasa kesulitan di sini. Selain roti, sebuah toko roti menjual jenis makanan lainnya. Apa saja?

Pretzel lunak tersedia di hampir semua roti. Warnanya coklat tua. Di Jerman namanya adalah Bretzel. Adonan bernama laugen juga dibuat roti bulat atau baguette. Kami suka bretzel isi irisan keju.

Kue black forest tak hanya menjadi stereotip Jerman. Dia diciptakan untuk membuat orang bahagia. Orang suka memesannya untuk teman minum teh atau kopi di sore hari. Kenikmatan kue ini akan berbaur dengan harum kopi.

Stollen, roti manis, sering dibuat dengan campuran buah kering atau manisan buah, adalah tradisi di hari natal. Di bulan Desember, stollen di jual di mana-mana. Toko-toko roti, super market, swalayan dan pasar natal.

Vanillekipferl, roti kering rasa vanila berbentuk bulan sabit, juga merupakan makanan favorit di kala natal. Orang bisa membelinya di toko roti di musim natal, meski katanya buatan sendiri adalah yang terenak.

Roti bulat putih, alias broetchen di sebagian besar, di daerah selatan disebut semmel – adalah roti umum untuk sarapan. Dia biaa dihidangkan dengan bermacam tambahan. Asin seperti potongan keju, sayuran, atau acar. Atau manis, dengan tambahan selai, madu atau krim coklat.

8 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: