Bukan Sekadar Pengering Rambut

Hair Dryer khusus travelingBersyukur banget kita sekarang hidup di zaman serba mobile ini. Banyak sekali barang sehari-hari yang didesain untuk memenuhi kebutuhan mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Mereka yang sering melakukan traveling. Baik yang memang karena tuntutan profesi atau hobi. Sebut saja, rice cooker, teko listrik, hingga setrika. Tersedia versi traveling yang bentuknya biasanya lebih kecil dan praktis dibawa. Satu lagi adalah hair dryer.

Yap, keluarga pelancong sengaja membeli hair dryer versi traveling. Ukurannya mungkin hanya setengah dari hair dryer normal. Dan beratnya sekitar setengah kilogram. Sebab belinya di Jerman, watt-nya lumayan gede. Seribu dua ratus watt. Selama ini, kami bawa keliling Eropa, aman-aman saja. Belum pernah bikin listrik jebret.

Kami membelinya di sebuah jaringan toko obat. Di supermarket  sering juga ditawarkan. Di rumah, kami juga memakainya. Namun sesekali saja. Dan tentu saja benda mungil ini sudah sering kali menemani ribuan kilometer perjalanan keluarga kami.

“Lha emang di penginapan tidak disediakan?”

Ya, kalau menginap di hotel, biasanya memang sudah ada. Cuma, yang di hotel itu, sudah terpasang tetap di kamar mandi. Tidak bisa dipindah-pindah. Kalau bawa sendiri bisa dipakai sambil nonton televisi di dalam kamar.

Keluarga pelancong relatif jarang menginap di sebuah hotel. Kami lebih sering menginap di hostel, hotel tanpa bintang-bintang, dan apartemen. Seringnya, mereka tak menyediakan fasilitas hair dryer. Saat di jalan, hair dryer tak hanya kami bawa untuk kami gunakan sebagai pengering rambut saja, lho. Setelah mengalami berbagai kejadian saat melakukan perjalanan, kami temukan manfaat lain pengering rambut.

Yang pertama saat saya bertandang di rumah seorang teman. Lain kota. Waktu itu kami ada acara grillen (barbeku) bareng. Lokasinya di halaman belakang kompeks apartemen beliau. Waktu acara manggang sate mau dimulai, di empunya rumah membawa sebuah pengering rambut  dan kabel panjang keluar.

“Buat apa, Mbak?”

“Oh, ini buat ngipasin arang. Biar cepat membara. Jadi gak perlu dikipasin.”

“Gak sayang hair dryernya, Mbak?”

“Gapapa. Ini saya beli di flohmarkt (pasar loak). Dua euro saja.”

Benar saja. Kami tak perlu mengeluarkan banyak tenaga buat kipas-kipas. Pakai pengering rambut saja. Eh, tapinya kami belum pernah mencoba barbekuan dengan pengering rambut milik sendiri. hehehe.

Kala musim dingin, hair dryer bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan. Tinggal kipasi tangan atau kaki yang terasa membeku dengan kehangatan yang dipancarkan oleh pengering rambut.

Kalau sedang darurat, alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan pakaian. Sesekali kejadian, persediaan baju bersih dan kering di koper sudah menipis atau bahkan tidak ada. Mau menjemur di luar ruangan, hujan melulu, atau tempat tidak memungkinkan. Selain musim dingin, pemanas ruangan biasanya tidak berfungsi. Atau ada penginapan menggunakan pemanas di lantai. Tidak bisa digunakan untuk menjemur baju. Yah bisa pakai hair dryer juga.

Memang ia tidak bisa digunakan untuk baju dalam jumlah yang banyak. Sebab bakal membutuhkan waktu sangat lama mengeringkannya. Kain tebal berbahan denim pun lama proses pengeringannya dengan pengering rambut ini. Namun ia bisa digunakan untuk mengeringkan baju berbahan tipis dan pakaian dalam dengan relatif cepat.

Sayangnya mesin pengering rambut milik kami ini agak berisik suaranya. Sebaiknya tidak digunakan pada jam-jam orang beristirahat. Kecuali jika sudah yakin, kamarnya kedap suara.

13 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: