Larnaka

kota-larnakaDi kota inilah kami menginap selama di Siprus. Terletak di ujung timur pulau, di mana bandara internasional terbesar Siprus berlokasi. Biasanya orang tak lama di kota ini. Menginap berpindah-pindah dari satu kota ke lainnya. Kami pilih bertahan. Dan hampir tiap hari ke luar kota.

Larnaka terlihat banyak dikunjungi turis juga. Walau tak seramai Pafos dan Ayia Napa yang serasa mirip Bali. Larnaka juga punya pantai berpasir putih yang asyik buat berenang. Salah satunya Pantai Makenzy, sekitar setengah km dari penginapan kami, Larco Hotel.

Pantai paling ramai ada di pusat kota. Kalau siang hari, saat panas-panasnya, eh para turis itu malah tampak asyik sekali berjemur. Sementara kami pilih berenang di pagi atau sore hari. Ketika sinar mentari lebih bersahabat bagi kami. Pantai Makenzy landai. Sampai berpuluh meter ke arah laut pun kadang tingginya baru sepinggang. Sesekali kami menginjak rumput laut. Anak-anak bermain pasir atau mencari kulit kerang. Dua teman, Mbak Erna dan Dede bahkan mendapat hotel di tepat di tepi pantai. Setiap hari bisa memandang mentari terbit dan mandi di lautan jika mau.

Di Larnaka, kami sempat setengah harian berjalan di pusat kota, ke Gereja Lazarus, mencari satu masjid tapi tak ketemu. Di kota ada sisa kastil tua buatan Turki yang dijadikan museum. Masjid di sebelahnya sedang direnovasi, tak terbuka untuk umum. Nah selama berjalan-jalan di kota ini kami bertemu banyak sekali wanita berwajah Asia. Emak tanya, mereka dari negeri jiran FIlipina. Bekerja di Siprus.

Satu masjid bersejarah lagi terletak di tepi Danau Garam. Danau luas ini airnya asin, meskipun tak terhbung secara langsung dengan lautan. Dulunya orang menambang garam di sini. Kami sempat memperhatikan serombongan burung Flamingo sedang berkumpul di tengah danau. Masjid ini disebut Hala Sultan Tekke. Hala Sultan atau disebut dengan Ummu Haram adalah kerabat Rasulullah saw. Beliau ikut ekspedisi pertema kaum muslim ke Siprus di tahun 649 masehi. Ketika mengendarai seekor keledai, Ummu Haram jatuh, kemudian meninggal dunia. Di makam beliau inilah kemudian dibangun kompleks masjid di abad 18. Ketika kekhalifahan Turki Usmani sedang berkuasa.

Leave a Reply

%d bloggers like this: