Lima Hari Bebas Visa Belarus

Visit Minsk, Visit BelarusAlhamdulillah, ya, sedikit demi sedikit nambah jumlah negara yang memberikan lampu hijau, alias bebas visa buat pemegang paspor hijau bergambar garuda tercinta. Termasuk yang mulai berlaku 12 Februari tahun 2017, yakni bebas visa 5 hari ke Belarus kepada 80 negara, pun berlaku buat warga negara Indonesia. Padahal sebelumnya, Belarus termasuk agak ribet visa masuknya. Pernah Emak ceki2 persyaratannya, dulu. Kudu pakai undangan seperti laiknya visa Rusia.  Tentunya tujuan dibukanya kran bebas visa ini untuk meningkatkan kunjungan ke Balarusia. Termasuk bussiness trip, turisme, serta kunjungan pribadi bagi pemegang paspor reguler. Oh ya, kebijakan bebas visa Belarus ini gak berlaku bagi mereka yang terbang dari atau ke Rusia, ya. Katanya karena ada beberapa penerbangan yang gak pakai cek visa.

Akhir tahun 2016, Emak sudah mendapatkan informasi mengenai bebas visa Belarus. Tapi saat itu hanya berlaku untuk wilayah Hrodna (Grodno). Wilayah barat yang berbatasan dengan Polandia dan Lithuania. Emak sudah sempat merencanakan sebuah trip ke sana. Demi menambah jumlah negara yang keluarga pelancong kunjungi. Rencananya kami terbang ke Polandia timur. Trus sambung overland naik kendaraan umum ke Hrodna. Di Hrodna nginep beberapa hari. Berhubung, ada bebas visa ke seleuruh Belarus, rencana tersebut bubrah. Tak lama setelah program bebas visa 5 hari Belarus diumumkan, Emak langsung booking tiket ke Minsk. Untunglah lagi ada tiket murah dari Ukraina International.

Baca juga: Pengalaman Naik Maskapai Ukraina International 

Kami berangkat pada bulan April 2017. Saat anak-anak liburan Paskah. Ambil 4 hari saja. Sebab yang paling murah tiketnya itu. hehe. Alhamdulillah perjalanan dari Amsterdam menuju Kiev, sambung Kiev – Minsk berjalan lancar. Transit di bandara Kiev malam hari lumayan rame antri buat safety check. Akan tetapi, semua berhasil kami lewati. Pesawatnya pun ontime punya. Sampai di Minsk, sepertinya cuma kami orang asingnya. Soalnya paling lama di imigrasi, seperti biasa. Dan petugasnya pun jarang melihat paspor Indonesia. Sehingga ketika giliran kami, petugas-petugas lain dari konter lain langsung merubuti ke konter tempat kami dilayani. Sambil takjub menyaksikan paspor hijau.

Kami berempat yang sudah terbiasa mengalami kejadian seperti ini tenang-tenang saja. Yang penting sudah siap semua perbekalan eh persyaratan untuk mendapatkan free visa Belarus. Antara lain:

  • Traveler mesti datang lewat Minsk International Airport
  • Paspor yang masih berlaku. Masa berlakunya minimal 6 bulan, saat kita keluar Belarus.
  • Dana yang cukup untuk mengkaver kebutuhan kita selama di sana. Kami hanya 4 hari di Minsk. Di dompet bawa uang tunai 500 euro. Plus dua kartu visa buat jaga-jaga. Ternyata duitnya gak disuruh nunjukin ama petugas.
  • Asuransi kesehatan. Minimal mengkaver biaya kesehatan sebesar 10 ribu euro per orang. Karena kami sudah punya asuransi kesehatan khusus untuk perjalanan, kami cukup minta surat keterangan dari perusahaan asuransi bersangkutan. Dan diterima oleh imigrasi Belarus. Kalau belum punya asuransi bisa membeli polis asuransi kesehatan di area imigrasi bandara Minsk.
  • Bukti booking penginapan. Ini juga ditunjukkan kepada petugas.

Seorang petugas yang bisa berbahasa Inggris menanyakan maksud tujuan kami, menginap di mana, dan pertanyaan sejenis. Kami jawab dengan tenang. Petugas mencatat beberapa dokumen kami. Pun alamat tempat kami menginap. Sekitar setengah jam menghadapi petugas imigrasi, keluarga pelancong pun dipersilakan masuk ke Minsk. Paspor kami pun berstempel merah bertuliskan Minsk dalam bahasa Rusia. Yippie. Alhamdulillah. Semua urusan lancar. Welcome to Belarusia! Sebuah negara bekas bagian Uni Sovyet. Yang surprisingly modern dan sangat nyaman serta menyimpan segudang kejutan. Cerita lengkap tentang 4 hari keluarga pelancong mengunjungi Minsk akan ditulis di edisi berikutnya. Simak, ya! <3

***

Baca juga: Minsk Sekilas Info 

6 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: