Maskapai Murah Eropa, Wizzair

Pakai tas ransel ke pesawat
Pesawat putih ungu Wizzair

Ryanair sepertinya maskapai penerbangan murah paling ramai dan paling beken di Eropa. Harga tiketnya emang mayan murah seh. Meski gak semurah dulu. Dulu pernah pas searching-searching tiket pesawat, dapat harga gak sampai seratus euro berempat. Udah pp pula. Sekarang belum pernah nemu lagi.

Tapi enaknya sekarang Ryanair setiap orang udah otomatis jatah nomor tempat duduk. Kagak rebutan antri paling depan sebelum boarding. Demi dapat tempat duduk jejer berempat. Terakhir kami terbang dengan maskapai murah waktu ke Barcelona tahun 2013. Beberapa tahun terakhir, liburan di Eropa banyak kami lakukan overland, dengan mobil.

Maskapai penerbangan murah Eropa sebenarnya tidak hanya Ryanair. Ada Germanwings, EasyJet, TUIFly, Wizzair, Vueling, dan masih ada lagi. Dari harga, tak bisa dipungkiri Ryanair ini jagonya, menurut Emak. Sayangnya, ke negara-negara itu saja. Destinasi ke negara-negara yang ingin kami kunjungi, belum ada atau harga tiketnya cenderung mahal.

Maskapai Penerbangan Wizzair

Emak kenal Wizzair sudah lama. Dah sering pula otak-atik harga tiketnya. Maskapai ini milik Hungaria. Ia banyak destinasi penerbangan ke wilayah Eropa Timur dan Balkan. Namun banyak juga tujuan Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Spanyol, dll. Membuka peluang terbang bagi kami. Beberapa negeri Balkan seperti Romania, Bulgaria, Serbia, baru membuka pintunya bagi warga third countries pemilik visa Schengen seperti kami. Artinya, untuk kunjungan ke sana dalam jangka waktu tertentu, kami tidak membutuhkan visa. Yippie…

Kami pun mulai nyoba menggunakan Wizzair untuk liburan musim gugur tahun ini. Destinasinya? Terserah. Yang penting, ia negara yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya, plus harga tiketnya terjangkau. Ada beberapa kandidat: Bulgaria, Albania, dan Romania. Sayangnya pesawat yang disominasi warna putih dan ungu ini ย belum ada destinasi ke Albania.

Salah satu alternatif murah ke negara ini adalah naik Ryanair ke Podgorica, Montengero. Macedonia juga menarik. Serbia, ingin kami jelajahi ia darat saja. Pilihan akhirnya mengerucut menjadi Bulgaria dan Romania. Karena harga tiket ke Bucharest, ibukota Romania lebih mahal dibanding ke Sofia, Bulgaria, kami pilih kota terakhir.

Bandara Wizzair terdekat dengan rumah ada beberapa. Dortmund, Frankfurt Hahn, Cologne, dan Eindhoven (Belanda). Dari Cologne, masih sedikit destinasi tujuannya. Dari Eindhoven, harga tiketnya lebih mahal. Lalu Dortmund, kami telat beli. Ketika dua hari kemudian mengecek tiket, eh harganya sudah naik signifikan. Akhirnya ketika melihat harga tiket dari Frankfurt Hahn masih murah (di bawah 200 euro berempat, jika menggunakan kartu anggota discount club), langsung kami bungkus.

Waktu pesan tiket, kami langsung sekalian mendaftar jadi anggota discount club. Keanggotaan yang juga berlaku untuk keluarga. Kalau punya keanggotaan, maka harga tiket dan bagasi lebih murah. Bayar jadi anggota sekitar 40 euro per tahun. Pas beli tiket kudu bener-bener diperhatikan tetek bengeknya. Ditawarin segala macem biar kita nambah bayarnya. Kayak disuruh milih hot seat, backpack pun hanya bisa kecil ajah kalau mau gratis (ukuran 42x32x25 cm). Backpack lebih gede kudu bayar. Meski backpacknya mau dibawa ke kabin, tetep kudu bayar. Sistemnya mirip-mirip lah sama low cost carrier yang di Asia itu. Akan tetapi, tiap penumpang juga udah dapat jatah kursi. Kalau mau milih kursi sendiri, baru nambah bayar.

Kami pesan tiket sekaligus 1 bagasi seberat maksimal 23 kg. Harga bagasi pun bisa berbeda di tiap penerbangan. Tergantung jarak dan musim terbang. Kalau lagi high season, harga bagasi dengan berat yang sama, bisa lebih mahal. Trus milih check in online sendiri. Kalau check in di bandara, kena charge. Pokoknya, kami berusaha menekan biaya seminim mungkin. Tapi tetap beli bagasi satu. Sebab berniat bawa makanan mateng dari rumah. Biar lebih hemat selama di perjalanan. Mengurangi jatah makan di luar. hehehe.

Karena sempat macet di jalan, kami check in di menit-menit terakhir. Syukurlah, konter sepi. Petugas mengecek backpack kami. Cuma diliatin ajah. Gak bener-bener diukur.

Interior pesawatnya standar. Tempat duduknya kanan kiri masing-masing tiga tempat duduk. Waktu berangkatnya agak telat, sekitar 15 menit. Tapi pas balik dari Sofia ke Jerman, on time. Di dalem juga pramugarinya jualan makanan. Sayang gak ada nasi lemak dan nasi padang. hehehe.

Keluarga pelancong gak kapok lah pakai maskapai ini. Sistemnya mirip lcc lainnya. Kalau terbiasa naik lcc, mestinya ok-ok saja naik Wizzair. Apalagi ada beberapa destinasi yang kami incar. Ya moga ajah harganya masih terjangkau dompet. aamiin.

14 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: