Pengalaman Naik Maskapai Ukraina International

Sebelumnya gak kebayang kami mau lewat Ukraina dan naik maskapai internasionalnya. Berita tentang pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di sini bikin keder. Akan tetapi beberapa tahun terakhir maskapai ini telah mencuri perhatian Emak. Awalnya ketika mengecek harga tiket suatu destinasi. Harganya bikin ngiler.

Pesawat maskapai Ukraina International

Meski demikian, rasa ragu tetap ada. Aman gak ya? Browsing-browsing berita, katanya ia sedang berekspansi, dan buka-buka beberapa destinasi baru. Destinasi-destinasi tersebut bikin ngiler. Beberapa merupakan tempat incaran yang belum pernah #keluargapelancong kunjungi. Dan katanya kondisi di sana pun sudah semakin aman. Jadi ketika akhir tahun lalu ada tiket murah maskapai ini dari Brussel ke Yerevan, Armenia, kami pun memutuskan: berangkat!

Daaaaaannnn, tak lama setelahnya, saat liburan paskah April tahun ini, kami menggunakan maskapai yang sama. Untuk tujuan Amsterdam – Minsk, Belarus. Beberapa bulan lalu, Belarus lebih membuka diri. Dengan memberlakukan visa on arrival bagi puluhan negara di dunia, termasuk buat warga negara Indonesia. Inshaa Allah soal ini bakal Emak tulis terpisah.

Saat iniUkraina international banyak melayani rute-rute ke Eropa Timur dan wilayah Asia yang dekat Ukraina. Seperti negara-negara bekas Uni Sovyet. Wilayah Asean yang diterbanginya sampai saat ini baru Bangkok. Kalau dari Jerman, ia terbang dari Frankfurt, Dusseldorf, dan Berlin. Ibukota negara-negara Eropa Barat juga dilewatinya.

Dua kali naik ini pergi pulang, kami selalu beli tiketnya langsung ke maskapainya. Selain harganya yang tidak jauh beda dari harga travel agent online, jika membeli langsung ke maskapai, maka jika ada urusan, bakal lebih mudah. Tiket kami beli online, dibayar pakai kartu kredit. Tak lama, kami dapat konfirmasi dari pihak maskapai. Dan ada email yang mengingatkan tentang perjalanan yang di-booking beberapa hari jelang hari-H.

On-Board Service

Selama check in, boarding, terbang, aman-aman saja. Seingat Emak cumak telat sekali ketika terbang dari Yerevan ke Kiev. Kami transit gak lama, jadi agak deg-deg-an ditinggal pesawat lanjutannya. Untungnya gak sampai ada adegan ketinggalan pesawat.

Pramugari dan pramugari Ukraina International rata-rata berwajah Eropa Timur. Cantik-cantik, langsing, dan tinggi perawakannya. Mereka semua ramah. Gak pernah nemu yang jutek. Pas ditanyain, pada helpful. Kalau ada penumpang kebingungan nyari tempat untuk bagasi tas kabinnya, mereka dengan sigap membantu.

Oh ya, kuota bagasi maskapai ini, untuk penerbangan kami yang gak terlalu jauh, 20 kg. Tapi aturannya bagasi serta barang kabinnya sama sekali gak ketat. Tak jarang Emak lihat penumpang membawa dua atau tiga tas kabin gede-gede, semuanya lolos. Walhasil ya kalau masuk pesawatnya terakhir-terakhir, suka kesulitan mencari spot nyimpen bagasi.

Ketika sedang proses membeli tiket, kami ditawari apakah sekalian memesan menu untuk dimakan ketika on-board? Emak jadi bertanya-tanya, ini penerbangan full-service apa bukan, seh? Kok makanannya kudu beli? Kami gak pesen makanan pas beli tiket. Ntar mbekel aja, biar irit.

Kalau gak pesen makanan, kita tetap bisa membeli makanan saat terbang. Akan tetapi, menu yang bisa dibeli hanya roti dan camilan ringan. Menu yang lebih bervariasi hanya bisa dipesan sebelum terbang. Harga minuman hangat seperti kopi, gak terlalu mahal. Kopi sachet-an misalnya, harganya 2 euro (sekitar Rp. 30.000,-). Untuk ukuran Eropa, gak terlalu mahal. Roti sandwich, antara 3-4 euro. Rotinya mengenyangkan. Kata Embak, sandwich mozarella pesto-nya enak.

Selama terbang, gak ada entertainment sama sekali di dalam pesawat. Kami terbang sekitar 5 jam, gak termasuk transit. Si Adik bete. Untungnya terbangnya gak lama. Entah kalau terbang long haul, apakah nasibnya sama?

Kondisi pesawatnya bervariasi. Ada yang lumayan baru, ada yang agak tua, tapi terlihat terawat. Selain Boeing, seingat Emak, kami terbang dengan sebuah pesawat yang mereknya gak Emak kenal sebelumnya. Entah apa namanya, sudah lupa.

Transit di Kiev

Markas besar Ukraina International adalah Kiev Boryspil. Di sanalah semua penerbangan kami transit. Bandara Kiev Boryspil memang tak sebesar bandara-bandara markas maskapai Arab. Namun bandara tersebut terlihat baru dan modern. Karena gak terlalu gede, enak sih jalannya gak jauh.

kota kiev ukrainaLanding di Kiev, kadang kami dapat belalai, kadang naik bus sampai jauh. Masuk area transit, gak lama udah sampai wilayah cek keamanan. Sewaktu kami transit dari Brussel – Yerevan dan sebaliknya, suasana antrian cek keamanan panjang sekali. Sekali paspor hijau kami diperiksa lamaaaa sekali. Sampai petugasnya manggil atasan, dan paspor kami dilihat pakai kaca pembesar.

Empat kali transit, kami gak pernah lama. Paling sekitar 3 jam-an. Emak sekali jalan dari ujung ke ujung ruang transit bandara. Barang-barang yang dijual standar duty free bandara.  Plus ada toko suvenir. Tempat makannya gak terlalu banyak. Dan harganya mihil menurut kami. Standar Eropa Barat. Jadi kami gak pernah jajan selama transit. Di bandara ini tersedia wifi gratis. Meski kadang koneksinya agak lambreta, lumayan lah bisa apdet-apdet status di negeri orang.

Buat kami, secara umum, maskapai ini ok ajah. Kemungkinan kami naik ini lagi. Sebab ada beberapa destinasi incaran yang dilayaninya. Semoga mereka gak bosen promo harga tiket. hehe.

***

Baca juga pengalaman keluarga pelancong terbang bersama maskapai penerbangan dunia lainnya:

Pengalaman Terbang dengan Air China 

Pengalaman Terbang dengan Turkish Airlines

Maskapai Penerbangan Egypt Air 

2 Comments

  • Dari kemarin mau baca ini tapi kehalang wifi “tewas” hehe. Aku juga selalu penasaran tiap kali nyobain pesawat baru mbak. *selain faktor pelesirannya juga hwhw*

    Sepertinya pesawat ini tipe2 Lion atau Sriwijaya ya. Lumayan banget bagasinya bisa sampe 20 kg. *selalu keinget Ryan yang 7 kg doang kabin hahaha.

    Ditunggu cerita serunya yang lain 🙂

  • Kapan ya terakhir cerita naik pesawat international gini …. hehehe. aku bisanya klo cari pesawat promo, biasanya neglirik juga maskapai yg nggak pernah aku naiki. pingin menikmati sensasinya . hehehehe

    Ukraina dan dipesawatnya ada abjad Rusia … jadi pingin ke Rusia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: