Visa on Arrival Armenia

Armenian visa on arrivalNegeri Armenia di Kaukasus termasuk salah satu negara yang memberikan kemudahan bagi Warga Negara Indonesia dan banyak warga negara dunia lainnya untuk mengunjungi. Mereka menawarkan fasilitas Visa on Arrival. Kemudahan yang memang memudahkan sekali bagi penyuka traveling seperti kami. Kalau ada tiket promo ke tempat-tempat incaran, tinggal booking, dan gak perlu pusing dengan urusan visa. Dan setahun terakhir alhamdulillah, beberapa negara mulai memberlakukan bebas visa masuk, atau setidaknya Visa on Arrival bagi WNI. Seperti Belarus, Ukraina, dan yang terakhir, Qatar. Yay.

Mengunjungi Armenia sudah masuk agenda keluarga pelancong sejak bertahun lalu. Entah berapa kali Emak mengecek tiket ke Eriwan, atau Yerevan, ibukota Armenia, dari kota-kota dekat tempat kami tinggal. Hasilnya nihil. Belum banyak penerbangan murah kemari. Jadi kalau ada pun, tidak sesuai dengan bujet kami.

Akan tetapi kegiatan cek ricek tiket selalu Emak lakukan kala senggang, mau pun tidak senggang. Siapa tahu, tiba-tiba ada maskapai tertentu buka rute-rute baru, lalu promo. Atau ada yang tiba-tiba khilaf. Ndilalah kejadian. Ada tiket dengan harga terjangkau kantong dari Brussel ke Eriwan, naik Ukraina Internasional. Pertama kami sempat ragu, apa Ukraina sudah kondusif diterbangi. Kalau kata berita waktu itu sih aman-aman saja, okelah kakak, kita bungkus saja.

Baca juga : Pengalaman Naik Ukraina International

Selain bisa datang dengan Visa on Arrival, sebenarnya kita bisa mendapatkan e-visa. Katanya biar lebih cepat urusan di imigrasi. Tata cara, syarat-syarat, serta apa-apa yang berhubungan dengan e-visa Armenia bisa diintip di: https://evisa.mfa.am/ Emak pun sudah mikir-mikir, apa urus e-visa saja? Tapi kok ragu, yo wes, langsung VoA aja.

Perjalanan terbilang lancar. Kami sampai sekitar dini hari di Bandara Zvartnots, Yerevan. Di tengah dinginnya suhu udara negeri di Kaukasus ini. Sedikit terlambat dari jadwal semula. Lumayan ramai penumpang dari Kiev ke Yerevan. Tapi yang turis seperti kami, sepertinya tidak banyak. Kami langsung berjalan ke arah imigrasi. Sebelum sampai di bagian pengecekan paspor, kami sampai di tempat pengurusan Visa on Arrival. Dua turis perempuan sedang berada di depan loket.

Di ruangan itu, kami melihat sebuah loket penukaran mata uang asing dan sebuah mesin ATM di sebelahnya. Kami putuskan menukar beberapa ratus euro di loket penukaran. Plus mengambil beberapa ribu dram Armenia di ATM. Buat perbandingan ajah. Setelahnya, kami berempat mendekati meja panjang di depan loket. Mengambil formulir, dan membacanya. Di bagian kanan atas, Emak melihat sebuah kolom foto. Emak langsung kasak-kusuk ama Bapak.

“Gimana, nih. Kita nggak nyiapin pasfoto.”

“Wah iya, gimana?”

“Kita isi aja dulu. Kalau disuruh ngasih pasfoto, bilang aja, nggak punya. Kita tunggu petugasnya bilang apa.”

 Emak dan Bapak mengisi empat lembar formulir buat masing-masing anggota keluarga pelancong. Sebelum menghadap ibu petugas Visa on Arrival di loket, Emak menyiapkan dokumen pendukung. Seperti bukti reservasi hotel, serta cetakan tiket kepulangan kami.

Si ibu cuma mengambil paspor dan formulir kami. Beliau langsung memproses visa-nya. Cepet beliau mengetik.

“Semuanya 6 ribu dram. Anak-anak gratis.”

Enam ribu dram Armenia, atau tiga ribu dram per orang dewasa tarif Visa on Arrival-nya. Tidak sampai seratus ribu rupiah nilainya. Lumayan murah, cepat, tidak bertele-tele. Si ibu tidak meminta foto kami. Harga segitu adalah untuk VoA single entry, berlaku maksimal 21 hari. Ada pula VoA single entry seharga 15 ribu dram, berlaku hingga 120 hari. Selain itu terdapat visa multiple entry dengan tarif yang disesuaikan dengan kebutuhan masuk kita ke negeri ini.

Visa on Arrival sudah tertempel manis di paspor, aseekkkk nambah koleksi, kami langsung ke loket pemeriksaan paspor. Udah sepi, gak ada penumpang pesawat lainnya. Di sini prosesnya agak lama. Selain paspor, dan visa, mereka mengecek hotel tempat tinggal kami, meminta alamat dan nomor telefonnya. Belum lagi petugas lain mengerubuti kami. Penasaran ada pemegang paspor hijau kesasar di Armenia di musim dingin.

Overall mereka ramah-ramah sih. Meski agak lama, semuanya dinyatakan beres, dan setempel masuk pun mereka capkan di paspor kami berempat.

Jadi temen-temen traveler, ndak perlu khawatir soal visa Armenia. Dan jangan lupa, tunggu kisah lanjutan kami selama di negeri ini. 🙂

4 Comments

  • VOA dan Visanya Murah,ini yang buat par pelancong happy. Eh, Qatar sudah bisa VOA sekarang, Horeeeeee. maklum mbak, sudah lama nggak cek maskapai dan visa. hahaha Hibernasi.

    Huruh abjad Armenia seperti thai atau honocoroko bentuknya.

  • ira

    @Emakmbolang: Betollll, happy banget kalau gak butuh visa ke banyak negara. Qatar malah sudah bebas visa bagi WNI, Mak…. Alhamdulillah.

  • Wuaaahhhh gampang yaaa.. Aku masukin ke list traveling juga ah.. Negara2 yg ga terlalu ramai turis gini yg slalu aku suka sbnrnya.. Tp cari infonya jd lbh usaha, krn jarang yg nulis begini :D. Saved dulu mba utk referensi kalo ke armenia nanti..

Leave a Reply

%d bloggers like this: