Author: ira

Sehari di Kosovo

Sehari di Kosovo

Featured, Kisah Perjalanan
Makedonia Utara berbatasan langsung dengan Kosovo. Dari ibukota Skopje ke perbatasan, hanya sekitar 20 kilometer jaraknya. Warga negara Indonesia pemegang visa Schengen bisa mengunjungi Kosovo maksimal 15 hari tanpa perlu bikin visa khusus Kosovo lagi. Prishtina, ibukota Kosovo adalah tujuan utama kami. Sekitar 2 jam berkendara dari Skopje. Itu belum dihitung urusan imgrasi di perbatasan Elez Han. Kami belum tahu, bakal menghabiskan waktu berapa lama di sini. Kalau suka, nginep. Gak suka, lanjut ke Bosnia-Herzegovina, lewat Montenegro. (more…)
Proses Aplikasi Evisa Ukraine

Proses Aplikasi Evisa Ukraine

Featured, Info Wisata
Ukraine mereformasi aturan visa bagi warga negara banyak negara untuk masuk ke negeri tersebut. Warga negara Indonesia termasuk yang mendapatkan kemudahan tersebut. Sudah lama Emak mengikuti perkembangan urusan visa masuk bagi warga negara Indonesia ke negara lain. Berita kemudahan seperti ini, membangkitkan rasa bahagia luar biasa. Ukraine tidak terlalu jauh dari Jerman, jika dikunjungi dengan pesawat terbang. Promosi tiket murah ke Kiev atau Lviv beberapa kali nongol dalam radar Emak. (more…)
Kota Tua Skopje

Kota Tua Skopje

Featured, Kisah Perjalanan
Di Skopje, seperti di tempat-tempat lain yang kami kunjungi selama road trip musim panas Semenanjung Balkan, keluarga pelancong ditemani hari-hari cerah dan panas. Yang bisa melebihi 30°C. Alhamdulillah cuaca bagus terus. Namun panasnya kadang tak tertahankan, apalagi di siang hari. Kami jadi punya alasan skip beberapa tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelumnya. Di Makedonia, Emak sebenarnya sudah pengen mampir Matka Canyon. Wisata alam yang tidak terlalu jauh dari Skopje. Tapi kok, males panas-panas gitu berkendara ke mana-mana. Lebih enak cari tempat jalan daerah kota saja, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Yowes ke pusat Skopje aja. Puas ngeliatin patung-patung, kami menyeberang jembatan ke arah kota tua. (more…)
Gajah dari Sang Khalifah: Aliansi Charlemagne – Harun al-Rashid

Gajah dari Sang Khalifah: Aliansi Charlemagne – Harun al-Rashid

Featured, Selingan
Balai kota Aachen, dibangun di atas bekas istana Charlemagne Ada sebuah fakta sejarah yang baru saya ketahui setelah membaca buku Lost History, The Enduring Legacy of Muslim Scientist, Thinkers, and Artists karya Michael Hamilton Morgan. Sebuah fakta bahwa pernah ada sebuah aliansi antara Charlemagne  (dalam bahasa Jerman, Karl der Große) dengan seorang penguasa muslim Harun al-Rashid. Penguasa Franks yang bermukim di kota Aachen (sekarang Jerman) dan khalifah Dinasti Abbasid di Baghdad bahkan merencanakan untuk bertemu, meski hal itu tidak pernah terjadi. Setidaknya keduanya pernah saling mengirim utusan serta hadiah.  (more…)
Seribu Patung Skopje

Seribu Patung Skopje

Featured, Info Wisata
Ketika mencari info tentang kota Skopje di Makedonia, Emak ingat pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa pemerintah Skopje lebih pintar membangun patung dibandingkan membangunan fasilitas umum lainnya buat warganya. Emak hanya tertawa dalam hati. Emang seberapa banyak sih patung di sana. Nyatanya, bener juga warganya. Di pusat kota buanyakkkk sekali patung berbagai ukuran menghiasi. Hampir seharian kami berada di dalam kota Skopje emang ngeliat patung, patung, dan patung lagi. Mulai sebuah taman penuh patung, main square berisi patung seorang terkenal kelahiran Makedonia, hingga jembatan penuh patung berderet-deret. (more…)
Memorial Bunda Teresa Skopje

Memorial Bunda Teresa Skopje

Featured, Info Wisata
Skopje, ibukota Makedonia Utara, berjarak kira-kira sejam perjalanan mobil dari Tetovo, tempat kami meyaksikan dari dekat keelokan Sarena Dzamija. Hari sudah sore, saat kami berangkat dari Tetovo. Sampai di Skopje pasti sudah gelap. Dua malam di Skopje, kami pesan apartemen lewat salah satu langganan kami pesan penginapan. Nyari alamatnya agak membingungkan. Sebab kami berbekal navigasi di hape. Setelah menggunakan GPS (gaul penduduk sekitar), ketemulah apartemen tujuan. Tapi, gak tau gimana masuknya. Gak ada petunjuk di bukti booking. Emak kirim sms ke nomor telefon yang tertera. Tak lama, pemilik apartemen datang, memberikan kunci dan menujukkan kamar. Gotong-gotong koper ke lantai 4 malam-malam. Assoy. (more…)
Warna-Warni Masjid Tetovo

Warna-Warni Masjid Tetovo

Featured, Soultrip
Tak banyak waktu kami lewatkan di kota tepi danau, Ohrid. Destinasi berikutnya sudah menanti. Usai makan siang, ngisi bahan bakar kendaraan, kami capcus ke arah utara. Ke sebuah kota bernama Tetovo. Sekitar dua jam perjalanan dari Ohrid. Perjalanan tidak membosankan. Sebab jalan yang dilewati berupa pegunungan. Bapak harus menyetir siap siaga menavigasi liukan jalan. Kami lewat desa-desa dan kota-kota kecil. Menara-menara masjid menyembul di banyak tempat. Dan masjid yang akan kami kunjungi di Tetovo, adalah salah satu yang tercantik di dunia. (more…)
Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Featured, Kisah Perjalanan
Semula kami tidak begitu meniatkan kunjungan ke Makedonia, negara di timur Albania. Kami belum yakin, apakah bakal mulus masuk ke sana. Pemegang permanent residence permit EU bisa melenggang tanpa visa. Akan tetapi, anak-anak masih pegang resident biasa. Baru ketika sampai Albania kami putuskan mencoba masuk ke sana. Jika gak berhasil yo tinggal balik kucing. (more…)
Kota Seribu Jendela, Berat

Kota Seribu Jendela, Berat

Featured, Info Wisata
Selama road trip di Balkan musim panas lalu itu, kami sempat merubah rencana beberapa kali. Sempat kami ingin menjelajah Albania dari utara ke selatan. Dari Durres, lanjut ke Vlora, Saranda dan Gjirokastra. Lalu keluar Albania menuju Yunani. Sebab kami masih ragu-ragu apa bisa masuk Makedonia. Rencana pun beralih. Kami coba-coba saja masuk ke Makedonia ke arah Ohrid. Jika gak berhasil masuk, tinggal balik lagi Albania. Keluarga pelancong sebenarnya sempat mampir ke Durres, sebelum melanjutkan perjalanan ke Berat di tengah Albania. Durres adalah sebuah kota pantai di tepi Lautan Adriatik. Ramai oleh para turis di musim panas. Akan tetapi, kami masih mendapatkan apartemen yang harganya miring, meski kami pesannya mendadak. Emak tidak ikut ke pantai Durres. Cuma Bapak dan anak-an...