Kisah Perjalanan

Rafting Neretva

Rafting Neretva

Featured, Kisah Perjalanan
Kali ketiga ke Bosnia-Herzegovina, kami datang di musim panas. Yey. Akhirnya bisa menemukan suasana berbeda di sini. Di musim panas, turis Sarajevo jauh lebih banyak. Di kedatangan ketiga, beberapa hal baru kami temui di kota ini, termasuk Masjid Bey yang tambah cakep, usai renovasi. Kami tak menginap di Sarajevo. Hanya menghabiskan waktu beberapa jam di sana. Tujuan utama kami ke Bosnia adalah menjajal rafting di Sungai Neretva. Sungai tersebut mengalir lewat kota Konjic, lalu ke arah Mostar. Jembatan legendaris Mostar melintang di atas Neretva. Sungai bening biru-kehijauan. (more…)
Backpacking Pahawang

Backpacking Pahawang

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
Kala itu, karena harga tiket pesawat terlalu mahal buat kami di musim panas, kami pilih mudik di musim dingin. Di liburan natal dan tahun baru, akhir Desember hingga awal Januari. Waktunya hanya dua minggu saja. Seminggu kami habiskan di rumah orang tua. Lima hari sisanya mau kami manfaatkan untuk mengunjungi salah satu provinsi di tanah air. (more…)
Sehari di Kosovo

Sehari di Kosovo

Featured, Kisah Perjalanan
Makedonia Utara berbatasan langsung dengan Kosovo. Dari ibukota Skopje ke perbatasan, hanya sekitar 20 kilometer jaraknya. Warga negara Indonesia pemegang visa Schengen bisa mengunjungi Kosovo maksimal 15 hari tanpa perlu bikin visa khusus Kosovo lagi. Prishtina, ibukota Kosovo adalah tujuan utama kami. Sekitar 2 jam berkendara dari Skopje. Itu belum dihitung urusan imgrasi di perbatasan Elez Han. Kami belum tahu, bakal menghabiskan waktu berapa lama di sini. Kalau suka, nginep. Gak suka, lanjut ke Bosnia-Herzegovina, lewat Montenegro. (more…)
Kota Tua Skopje

Kota Tua Skopje

Featured, Kisah Perjalanan
Di Skopje, seperti di tempat-tempat lain yang kami kunjungi selama road trip musim panas Semenanjung Balkan, keluarga pelancong ditemani hari-hari cerah dan panas. Yang bisa melebihi 30°C. Alhamdulillah cuaca bagus terus. Namun panasnya kadang tak tertahankan, apalagi di siang hari. Kami jadi punya alasan skip beberapa tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelumnya. Di Makedonia, Emak sebenarnya sudah pengen mampir Matka Canyon. Wisata alam yang tidak terlalu jauh dari Skopje. Tapi kok, males panas-panas gitu berkendara ke mana-mana. Lebih enak cari tempat jalan daerah kota saja, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Yowes ke pusat Skopje aja. Puas ngeliatin patung-patung, kami menyeberang jembatan ke arah kota tua. (more…)
Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Featured, Kisah Perjalanan
Semula kami tidak begitu meniatkan kunjungan ke Makedonia, negara di timur Albania. Kami belum yakin, apakah bakal mulus masuk ke sana. Pemegang permanent residence permit EU bisa melenggang tanpa visa. Akan tetapi, anak-anak masih pegang resident biasa. Baru ketika sampai Albania kami putuskan mencoba masuk ke sana. Jika gak berhasil yo tinggal balik kucing. (more…)
Jalan Kaki Keliling Pusat Tirana

Jalan Kaki Keliling Pusat Tirana

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
Kami sengaja memilih penginapan tak jauh dari pusat kota. Agar gak perlu bawa kendaraan ke pusat kota. Lalu lintas di Tirana agak-agak horor. Pengendaranya suka seenaknya. Pindah-pindah jalur atau belok tanpa menyalakan lampu sen. Dan dua hari di kota ini, kami pulang pergi jalan kaki. Walau jarak dari penginapan ke kota juga gak dekat-dekat amat. Sekitar 20 menit perjalanan kaki. Lumayan olah raga kaki. (more…)
Traveling ke Albania

Traveling ke Albania

Featured, Kisah Perjalanan
Salah satu keasyikan roadtrip di Eropa adalah dalam sekali dayung, kita bisa mengunjungi beberapa negara sekaligus. Sebab negaranya dempet-dempetan. Satu negara gak terlalu luas. Masih memungkinan dijelajahi dengan mobil. Musim panas tahun 2017, kami alhamdulillah kembali berkesempatan menjelajah Semenanjung Balkan. Mengunjungi beberapa negara sekaligus sekali jalan. Tujuan kami adalah negara-negara yang belum pernah kami sebelumnya: Albania, Makedonia, dan Kosovo. Dari rumah hingga kembali lagi, perjalanan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. (more…)
Masjid Selimija Kota Bar, Montenegro

Masjid Selimija Kota Bar, Montenegro

Featured, Kisah Perjalanan, Soultrip
Dari kota Kotor di Montenegro, kami berencana mampir sebentar di Ulcinj, kota paling selatan negara di tepi Lautan Adriatik ini. Akan tetapi, dari Kotor, hari sudah mulai sore. Kami masuk sebuah camping ground setelah Sveti Stefan. Semalam kemping di tempat yang kurang nyaman, yang kamar mandinya agak-agak horor, gak ada lampunya, kudu bawa senter sendiri kalau mandi malem-malem. Karena kepanasan, Emak tetep pengen mandi di sana. Agak siangan baru kami berkendara lagi. Melewati satu kota bernama Bar. Sekilas kotanya terlihat biasa. Ia memiliki sebuah kota tua bersejarah, tapi kami tak ada waktu mengeksplornya. Tapi, siang hari, menjelang waktu zuhur, kok ngeliat ada tanda Islamic centre atau dikenal sebagai Masjid Selimija/Selime. Beloklah kami. Lho, kok ketemu sebuah masjid megah, baru, d...
Kota Minyak Stavanger

Kota Minyak Stavanger

Featured, Kisah Perjalanan
Dua malam di Bergen, perjalanan pun lanjut ke kota berikutnya, Stavanger. Kami berangkat pagi. Siang masih sempat menghabiskan waktu ke Stavanger selama beberapa jam. Sebelum akhirnya, cap cus kembali pulang. Bersiap menyetir gantian ke rumah sepanjang dua ribuan kilometer, yang kami tempuh sekitar 24 jam. Jarak Bergen- Stavanger sebenarnya 'hanya' 200 kilometeran. Akan tetapi rutenya beberapa kali menyeberang laut. Ditempuh sekitar 5 jam-an. Ada yang lewat jembatan laut. Plus dua kali naik feri. Uniknya, sistem feri ini terhubung dengan jalan darat. Semacam tol laut, tapi yang makai banyakan mobil pribadi. Ferinya lumayan sering. Kalau gak salah 20 - 30 menit sekali. Proses masuk dan keluar feri pun sangat cepat. Cuma bayarnya saja yang agak bikin sesak dada. Kalau mau rute muter juga ...
Bergen, Kota di Antara Tujuh Gunung

Bergen, Kota di Antara Tujuh Gunung

Featured, Kisah Perjalanan
Bukan hal mudah membuat rencana perjalanan seminggu di Norwegia di akhir musim gugur. Negara ini luas, sedang penduduknya sedikit. Kota-kotanya berjauhan, dipisahkan gunung, laut, dan fjord. tempat-tempat wisata alam, rata-rata tutup di musim gugur dan dingin. Jadinya gak bisa melipir ke Trolltunga dan foto-foto di atas batu mirip lidah. Pilihannya tinggal kota-kota yang jaraknya jauh. Kami harus memperhitungkan waktu di jalan. Mana lagi, jelang musim dingin, siang semakin pendek. Kadang pas kami lewat objek wisata bagus, hari gelap. Atau kah itu masih subuh, atau sudah kesorean. Mau mampir pun sudah malas. Akan tetapi, Emak anggap perjalanan ke sana termasuk sangat berhasil, menyenangkan, memorable. Berhasil membuat badan kami pegel-pegel. Lha perjalanan ke sana, sekali jalan aja s...