Kisah Perjalanan

Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Di Tepi Danau Ohrid, Makedonia

Featured, Kisah Perjalanan
Semula kami tidak begitu meniatkan kunjungan ke Makedonia, negara di timur Albania. Kami belum yakin, apakah bakal mulus masuk ke sana. Pemegang permanent residence permit EU bisa melenggang tanpa visa. Akan tetapi, anak-anak masih pegang resident biasa. Baru ketika sampai Albania kami putuskan mencoba masuk ke sana. Jika gak berhasil yo tinggal balik kucing. (more…)
Jalan Kaki Keliling Pusat Tirana

Jalan Kaki Keliling Pusat Tirana

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
Kami sengaja memilih penginapan tak jauh dari pusat kota. Agar gak perlu bawa kendaraan ke pusat kota. Lalu lintas di Tirana agak-agak horor. Pengendaranya suka seenaknya. Pindah-pindah jalur atau belok tanpa menyalakan lampu sen. Dan dua hari di kota ini, kami pulang pergi jalan kaki. Walau jarak dari penginapan ke kota juga gak dekat-dekat amat. Sekitar 20 menit perjalanan kaki. Lumayan olah raga kaki. (more…)
Traveling ke Albania

Traveling ke Albania

Featured, Kisah Perjalanan
Salah satu keasyikan roadtrip di Eropa adalah dalam sekali dayung, kita bisa mengunjungi beberapa negara sekaligus. Sebab negaranya dempet-dempetan. Satu negara gak terlalu luas. Masih memungkinan dijelajahi dengan mobil. Musim panas tahun 2017, kami alhamdulillah kembali berkesempatan menjelajah Semenanjung Balkan. Mengunjungi beberapa negara sekaligus sekali jalan. Tujuan kami adalah negara-negara yang belum pernah kami sebelumnya: Albania, Makedonia, dan Kosovo. Dari rumah hingga kembali lagi, perjalanan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. (more…)
Masjid Selimija Kota Bar, Montenegro

Masjid Selimija Kota Bar, Montenegro

Featured, Kisah Perjalanan, Soultrip
Dari kota Kotor di Montenegro, kami berencana mampir sebentar di Ulcinj, kota paling selatan negara di tepi Lautan Adriatik ini. Akan tetapi, dari Kotor, hari sudah mulai sore. Kami masuk sebuah camping ground setelah Sveti Stefan. Semalam kemping di tempat yang kurang nyaman, yang kamar mandinya agak-agak horor, gak ada lampunya, kudu bawa senter sendiri kalau mandi malem-malem. Karena kepanasan, Emak tetep pengen mandi di sana. Agak siangan baru kami berkendara lagi. Melewati satu kota bernama Bar. Sekilas kotanya terlihat biasa. Ia memiliki sebuah kota tua bersejarah, tapi kami tak ada waktu mengeksplornya. Tapi, siang hari, menjelang waktu zuhur, kok ngeliat ada tanda Islamic centre atau dikenal sebagai Masjid Selimija/Selime. Beloklah kami. Lho, kok ketemu sebuah masjid megah, baru, d...
Kota Minyak Stavanger

Kota Minyak Stavanger

Featured, Kisah Perjalanan
Dua malam di Bergen, perjalanan pun lanjut ke kota berikutnya, Stavanger. Kami berangkat pagi. Siang masih sempat menghabiskan waktu ke Stavanger selama beberapa jam. Sebelum akhirnya, cap cus kembali pulang. Bersiap menyetir gantian ke rumah sepanjang dua ribuan kilometer, yang kami tempuh sekitar 24 jam. Jarak Bergen- Stavanger sebenarnya 'hanya' 200 kilometeran. Akan tetapi rutenya beberapa kali menyeberang laut. Ditempuh sekitar 5 jam-an. Ada yang lewat jembatan laut. Plus dua kali naik feri. Uniknya, sistem feri ini terhubung dengan jalan darat. Semacam tol laut, tapi yang makai banyakan mobil pribadi. Ferinya lumayan sering. Kalau gak salah 20 - 30 menit sekali. Proses masuk dan keluar feri pun sangat cepat. Cuma bayarnya saja yang agak bikin sesak dada. Kalau mau rute muter juga ...
Bergen, Kota di Antara Tujuh Gunung

Bergen, Kota di Antara Tujuh Gunung

Featured, Kisah Perjalanan
Bukan hal mudah membuat rencana perjalanan seminggu di Norwegia di akhir musim gugur. Negara ini luas, sedang penduduknya sedikit. Kota-kotanya berjauhan, dipisahkan gunung, laut, dan fjord. tempat-tempat wisata alam, rata-rata tutup di musim gugur dan dingin. Jadinya gak bisa melipir ke Trolltunga dan foto-foto di atas batu mirip lidah. Pilihannya tinggal kota-kota yang jaraknya jauh. Kami harus memperhitungkan waktu di jalan. Mana lagi, jelang musim dingin, siang semakin pendek. Kadang pas kami lewat objek wisata bagus, hari gelap. Atau kah itu masih subuh, atau sudah kesorean. Mau mampir pun sudah malas. Akan tetapi, Emak anggap perjalanan ke sana termasuk sangat berhasil, menyenangkan, memorable. Berhasil membuat badan kami pegel-pegel. Lha perjalanan ke sana, sekali jalan aja s...
Masjid dan Makanan Halal di Oslo

Masjid dan Makanan Halal di Oslo

Featured, Kisah Perjalanan
Wisata religi masuk dalam agenda perjalanan keluarga pelancong di Oslo, Norwegia. Kami masukkan di sela-sela jelajah spot wisata Oslo lainnya. Pusat kota Oslo dibelah oleh Sungai Akerselva menjadi dua bagian. Oslo Barat dan Timur. Oslo Timur banyak dihuni oleh para imigran, dan memiliki beberapa masjid. Dan yang mengejutkan Emak, masjid-masjid Oslo gak cuma lumayan berdekatan jaraknya. Namun juga ukurannya guede-guede. Sampai speechless ngeliatnya. Kalau searching di gmaps, udah langsung keliatan deretan masjid di kota ini. (more…)
Larut Dalam Kemolekan Taman Ueno

Larut Dalam Kemolekan Taman Ueno

Featured, Kisah Perjalanan
Namanya budget traveler semacam Emak, kemana-mana mesti sebisa mungkin nyari tempat wisata gratisan. Menjadi kebanggaan haqiqi bila bisa menmukan tempat wisata asyik tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Palingan modal beli tiket. Kalau masih bisa ditempuh dengan jalan kaki, tentu lebih membanggakan lagi. Termasuk ketika Emak berada di Tokyo. Kami memang muter-muter Tokyo aja selama hampir seminggu. Lha itu aja seperti gak ada habisnya. Dari satu tempat ke tempat lainnya butuh waktu setengah jam naik subway. Belum ditambah waktu jalan kaki. Rencana mau liat Gunung Fuji dari dekat, batal. Emak pun belum pengen naik skytree, ke Disneyland atau DisneySea. Kalau jalan sama anak-anak, mungkin bakal berbeda.Salah satu tempat asyik gratisan di Tokyo adalah taman. Emak ke Taman Ueno dan Yoy...
Wisata Belanja Tokyo

Wisata Belanja Tokyo

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
Aslinya seh Emak ndak belanja banyak selama di Tokyo. Bujet terbatas, dan apa-apa terasa mahal di sana. Padahal udah ngirit makan dengan masak nasi sendiri di penginapan. Yang Emak banyak lakukan adalah berkeliling ke beberapa tempat belanja. Alias banyakan cuci matanya. Menurut sebuah situs, Tokyo ini seperti sebuah kota besar yang terdiri dari banyak kota. Pusat keramaiannya gak di satu tempat. Melainkan banyak. Hampir di setiap tempat selalu penuh pengunjung. Warga lokal maupun turis. Di antara banyak pusat keramaian tersedut tidak terlalu banyak yang Emak sambangi. Yah, tenaganya gak sebanding dengan keinginan. Pengennya memaksimalkan kunjungan ke Tokyo. Tapi sebab jet lag dan tepat jalan kaki, naik turun tangga kesana kemari, keinginan tersebut harus dikubur hingga inti bumi. M...
Halal Traveling Tokyo

Halal Traveling Tokyo

Featured, Kisah Perjalanan
Wisata halal sedang ngetren di beberapa belahan dunia. Gak cuma di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, Turki, Yordania, Oman, Uni Emirat Arab, Malaysia, dll.  Negeri yang jumlah muslimnya lebih sedikit pun menggenjot pariwisata halalnya. Seperti Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa. Mereka sangat mendukung perkembangan wisata halal. Sebab pangsa pasarnya memang sangat besar #emaksoktau . Memang jika berkunjung ke objek-objek atau kota-kota destinasi wisata, terasa sekali perbedaannya. Turis-turis muslim lebih sering terlihat di kota-kota seperti Paris dan Barcelona dibanding sebelumnya. Sepanjang Las Ramblas, berdiri beberapa kedai makanan halal. Waktu kami ke Sarajevo tahun lalu, banyak kedai makanan memasang label halal, padahal sebelumnya tidak demikia