Proses Aplikasi Evisa Ukraine

Ukraine mereformasi aturan visa bagi warga negara banyak negara untuk masuk ke negeri tersebut. Warga negara Indonesia termasuk yang mendapatkan kemudahan tersebut.

Sudah lama Emak mengikuti perkembangan urusan visa masuk bagi warga negara Indonesia ke negara lain. Berita kemudahan seperti ini, membangkitkan rasa bahagia luar biasa. Ukraine tidak terlalu jauh dari Jerman, jika dikunjungi dengan pesawat terbang. Promosi tiket murah ke Kiev atau Lviv beberapa kali nongol dalam radar Emak.

Sebelumnya, Ukraina ini agak ribet urusan visa masuknya bagi WNI. Buat warga negara EU, mah sudah lama bebas visa. Sayangnya itu tidak berlaku bagi warga third country pemegang resident permit EU. Yawes sabar aja dulu.

Alhamdulillah sekarang sudah berubah. Sempat bisa pakai Visa on Arrival juga jika masuk lewat bandara Boryspil di Kiev. Baca-baca, Visa on Arrival ini agak kurang menyenangkan urusannya. Gak jelas bagaimana mengurusnya, antriannya sangat panjang dan lama, dan pembayarannya disarankan dengan uang pas. Sebab kadang kembaliannya gak dikembalikan oleh petugas.

Sejak 04 April 2018, negara ini memberlakukan e-visa. Buat kami, mengurus evisa lebih nyaman dibandingkan visa on arrival. Jika visa sudah di tangan, kita tinggal melenggang kangkung di imigrasi nantinya.

Tiket Murah dari WizzAir

Keluarga pelancong akhirnya berhasil mengunjungi Ukraine setelah menjadi korban tiket murah WizzAir. Kami dapat harga 140 euro pp Dortmund – Lviv. Qodarullah, ketika beli tiket baru nyadar kalau Emak salah masukin tanggal. Udah dibayar pula. Ganti tanggal lebih mahal dibanding beli tiket baru. Jadi beli lagi 140 euro lagi. Jadinya pp 280 euro. Hiks. Moga dapat ganti rezeki lainnya. Aamiin.

WizzAir, maskapai penerbangan murah asal Hungaria, punya banyak rute dari Eropa Barat dan Tengah ke Eropa Timur, sampai Dubai, dan beberapa negara Asia Tengah. Lumayan kalau pas ada promo harganya. Sudah beberapa kali keluarga pelancong memanfaatkan maskapai ini.

Baca juga: Maskapai Murah Eropa, WizzAir

Proses Aplikasi Evisa

Tiket sudah di tangan. Saatnya membuat evisa. Rencana terbang kami ke Lviv adalah tanggal 1 Maret. Akan tetapi, akhir Januari sampai dengan awal Februari, Emak jalan-jalan ke Perancis, Belanda, dan Belgia, sehingga kami mengurus evisa setelah itu. Evisa bisa diajukan maksimal 90 hari sebelum perjalanan dilakukan. Menurut informasi, proses pengurusan visa memakan waktu hingga 10 hari kerja.

  1. Langkah pertama adalah buka situs resmi aplikasi evisa Ukraine di sini: https://evisa.mfa.gov.ua. terdapat Empat pilihan bahasa di situs tersebut: Ukraine, Inggris, Spanyol, dan Arab.
  2. Klik Help untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai proses informasi evisa. Dalam bahasa Indonesia, seperti ini langkah-langkahnya:
  • Mendaftarkan diri di situs tersebut, untuk itu butuh sebuah alamat email. Karena kami berempat, kami bikin empat akun registrasi. Sepertinya satu email cuma bisa dipakai satu akun. Anak-anak di bawah umur, punya akun registrasi tersendiri. karena membuat sebuah akun, maka kita perlu bikin password. Setelah mendaftar, sebuah email akan dikirim ke alamat kita, dan kita perlu memverifikasi email tersebut. Kita akan mendapatkan nomor aplikasi.
  • Mengisi formulir aplikasi e-Visa. Kami pakai bahasa Inggris. Di sini kita memasukkan data-data pribadi seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, nomor paspor, tempat penerbitan paspor, dll. Data ynag dimasukkan, bisa disimpan, dan dibuka lagi kemudian, sebelum kita klik tombol apply. Formulirnya hanya sekitar satu halaman, gak banyak yang kudu kita isi.
  • Mengunggah foto diri.
  • Mengunggah data-data pendukung yang diminta sesuai dengan tujuan kita berwisata ke Ukraine. Data pendukung yang diminta antara lain: foto halaman depan paspor yang berisi nama, nomor paspor, dsb. Karena kami tinggal di Jerman, kami lampirkan sekalian foto kartu residensi kami di Jerman. Dokumen lainnya bukti keuangan kita. Kami menggunakan rekening koran dari bank. Satu keluarga bisa menggunakan data rekening bank yang sama, seperti kami. Lainnya adalah dokumen yang membuktikan tujuan kunjungan kita ke Ukraine. Untuk ini, kami lampirkan bukti pemesanan penginapan di kota Lviv, kota tujuan kami di Ukraine.
  • Membayar biaya aplikasi evisa. Sejak 1 Januari, biayanya naik 85 USD per orang. Awalnya 65 USD. hiks. Biaya ini gak bisa balik seandainya evisa gak granted. Oh, ya masih ada biaya administrasi lagi. Total kami kena sekitar 85 euro per orang per evisa. Mahalan biaya evisa dibanding tiket pesawatnya. hehe. Pembayaran evisa bisa dilukan dengan kartu kredit. Kartu debit berlogo visa atau mastercard kemungkinan bisa juga. Dicoba saja, yes!

Di halaman Help ini, ada penjelasan lebih detail lagi dokumen pendukung yang bisa kita unggah.

Misalnya saja untuk document confirming the availability of sufficient funds, kita bisa menggunakan: a.) bukti reservasi hotel/penginapan, b.) voucher dari penyedia jasa wisata, misalnya saja bukti pembelian paket wisata, c.) sebuah surat garansi dari pengundang, jika menggunakan undangan dari privat atau institusi di Ukraine. d.) Bukti tiket pesawat untuk keluar Ukraine.

Bila datang ke Ukraine dalam rangka bisnis, maka kudu menunjukkan dokumen-dokumen seperti ini: a.) surat undangan dari legal entitas di Ukraine, b.) surat undangan dari sebuah institusi milik pemerintah Ukraine, c.) sebuah dokumen yang mengkonfirmasi investasi asing di Ukraine.

Untuk kunjungan privat, maka dokumen pendukung yang bisa diunggah antara lain: a.) surat undangan legal dari warga negara Ukraine atau warga negara lain dengan residensi di Ukraine, b.) sebuah dokumen yang membuktikan kepemilikan properti di Ukraine, c.) sebuah dokumen pendukung bahwa pengunjung memiliki hubungan keluarga dengan warga negara Ukraine (suami, istri, ayah, ibu, atau anak).

Dalam rangka membuktikan kunjungan kita sebagai turis, maka bisa ditunjukkan dokumen antara lain: a.) bukti reservasi hotel, b.) voucher perjalanan, c.) bukti pemesanan jasa perjalanan lainnya.

3. Mengunggah dokumen pendukung, terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan. Misalnya saja, semua dokumen yang diunggah harus dalam bentuk jpg. Difoto dulu baru diunggah. Data berbentuk pdf, bisa diunggah, tapi tidak diterima. Awalnya kami tidak mengerti akan hal itu.

Sebagian dokumen kami upload dalam bentuk pdf. Error terjadi ketika akan melakukan pembayaran. Kami gak bisa melakukan pembayaran. Saat itu, Emak pakai kartu kredit Bapak. Kirain gak bisa pakai kartu kredit atas nama orang lain. Lha, kalau anak-anak di bawah umur, gimana? Kan mereka belum pada punya kartu kredit?

Emak langsung kirim email ke evisa@mfa.gov.ua. Menanyakan kenapa hal itu bisa terjadi. Beberapa hari, gak ada jawaban. Sementara waktu pengurusan visa semakin mendekati hari keberangkatan kami. Emak lalu nyari-nyari info di forum-forum traveling. Ketemu di tripadvisor. Yang mengatakan bahwa semua data yang diunggah kudu dalam bentuk jpg. Setelah semua dokumen kami ubah dalam bentuk jpg, semuanya lancar. Formulir aplikasi bisa masuk, dan pembayaran diterima.

Sempat Ditolak Dua Kali

Setelah aplikasi resmi masuk, dan kita telah melakukan pembayaran, kita akan mendapatkan email lagi dari evisa support service Ukraine. Isinya bahwa aplikasi telah diterima, dan kita diminta untuk menunggu hasilnya dalam beberapa hari.

Proses aplikasi evisa Ukraine kami tidak semulus bayangan kami. Pas baca-baca pengalaman orang mengurus evisa Ukraine, katanya gampang banget. Prosesnya cepat. Ada, yang hari ini masukin aplikasi, besoknya visa udah terbit.

Kami, setelah menunggu sekitar dua hari mendapat jawaban berbeda: Evisa Bapak dan Embak granted, Emak dan Adik rejected. Duhhh, syedihhh nian hatiku. Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Menurut email balasan yang mereka kirimkan, ada banyak alasan mengapa pengajuan evisa kita ditolak. Tapi mereka tidak menyebutkan secara spesifik, mana alasan yang melatas belakangi penolakan visa kami berdua. Alasan yang berhubungan dengan foto, misalnya:

  • Kualitas foto jelek
  • Foto kebalik
  • Background foto tidak berwarna abu-abu muda atau putih
  • Foto yang diunggah, gak berwarna
  • Ukuran foto tidak sesuai
  • Foto yang diunggah tidak sama dengan foto di paspor

Alasan lainnya berhubungan dengan dokumen:

  • Dokumen yang diunggah, tidak mencerminkan tujuan kita untuk visit/berwisata
  • Kopi yang diunggah, berkualitas rendah
  • Dokumen yang diunggah tidak memiliki informasi mengenai pemohon seperti dalam formulir aplikasi atau paspor
  • Dokumen yang diunggah, tidak sesuai dengan permintaan.

Di akhir email terdapat keterangan. Kami bisa login lagi di akun, memperbaiki aplikasi, ngirim lagi. Gak ada biaya tambahan untuk itu.

Foto yang kami unggah, sama dengan foto di paspor. Dokumen pendukung yang kami unggah, pun sama dengan anggota keluarga lain yang langsung diterima evisanya.

Emak pun mencoba mengirim foto dengan kualitas lebih bagus. Emak ngganti dokumen keuangan dengan rekening koran Emak sendiri. Perbaiki aplikasi, kirim. Besoknya, ditolak lagi, hiks.

Kata Bapak, coba ganti foto dirinya. Bikin baru. Adik juga. Ok, sore-sore foto. Edit dikit, trus dikirim lagi. Untung masih boleh kirim, dan gak perlu bayar lagi.

Alhamdulillah, percobaan ketiga berhasil. Pengajuan evisa kami berempat akhirnya granted. Berlaku sekalimasuk, maksimal 30 hari.

Evisa tersebut kudu dicetak. Dan ditunjukkan beserta dokumen lainnya saat masuk Ukraine. 

***

2 Comments

  • ALexa

    mamake mau tanya, waktu apply beli asuransi travel juga ga yg nilai cover nya harus 30rb Euro?
    makasii mamake

  • ira

    Kami punya asuransi perjalanan keluarga sebelumnya. Jadi gak beli asuransi lagi. Entah kalau Ukraine apa mensyaratkan nilai cover 30 ribu euro juga.

Leave a Reply

%d bloggers like this: