Tag: Ibukota Asia

Wisata Belanja Tokyo

Wisata Belanja Tokyo

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
Aslinya seh Emak ndak belanja banyak selama di Tokyo. Bujet terbatas, dan apa-apa terasa mahal di sana. Padahal udah ngirit makan dengan masak nasi sendiri di penginapan. Yang Emak banyak lakukan adalah berkeliling ke beberapa tempat belanja. Alias banyakan cuci matanya. Menurut sebuah situs, Tokyo ini seperti sebuah kota besar yang terdiri dari banyak kota. Pusat keramaiannya gak di satu tempat. Melainkan banyak. Hampir di setiap tempat selalu penuh pengunjung. Warga lokal maupun turis. Di antara banyak pusat keramaian tersedut tidak terlalu banyak yang Emak sambangi. Yah, tenaganya gak sebanding dengan keinginan. Pengennya memaksimalkan kunjungan ke Tokyo. Tapi sebab jet lag dan tepat jalan kaki, naik turun tangga kesana kemari, keinginan tersebut harus dikubur hingga inti bumi. M...
Tokyo for Beginner

Tokyo for Beginner

Featured, Info Wisata, Kisah Perjalanan
I always had a sense that I would fall in love with Tokyo. In retrospect I guess it's not that surprising. I was of the generation that had grown up in the '80s when Japan was ascendant (born aloft by a bubble whose burst crippled its economy for decades), and I'd fed on a steady diet of anime and samurai films. [Junot Diaz] Well, that's not 100 percent accurate. Walau masa Emak tumbuh ¬†memang dipengaruhi oleh manga, anime, dan dorama jadul, namun porsinya sama dengan telenovela dari Amerika Latin, film India, dan MTV. Akan tetapi, beberapa produk Jepang sangat mengesankan Emak. Seperti film Oshin, manga Candy Candy (team Terry), dan dorama Tokyo Love Story (I'm team Rika, lol). (more…)
Menginap di Bandara Cengkareng

Menginap di Bandara Cengkareng

Selingan
Pengalaman menginap di Cengkareng Akhirnya mengalami episode menginap di bandara negeri sendiri. Tidak tanggung-tanggung. Dua malam pula. Memang bukan dua malam berturut-turut. Melainkan malam saat kedatangan dan sebelum terbang kembali ke Jerman. Pesawat Qatar Airways yang Emak tumpangi jadwal kedatangan dan keberangkatannya agak ajib. Mendarat pukul 10 malam. Waktu terbang kembali jam 6 pagi. Karena Emak mau melanjutkan terbang dengan pesawat pagi keesokan harinya, Emak putuskan menginap saja di bandara. Biar dapat pengalaman baru juga. Pulangnya juga gitu. Pakai penerbangan sore dari Surabaya, trus menginap semaleman di Terminal 2. (more…)
Makan-Makan di Singapura

Makan-Makan di Singapura

Kuliner
Dua hari dua malam di negeri Singa, pastinya ada makan di luar dong, ya. Wong masuk hotel gak bawa koper besar. Kami titipkan ke bandara Changi. Gak kepikiran bawa rice cooker dan teko listrik khusus traveling. (more…)
Menginap di Bandara Changi Singapura

Menginap di Bandara Changi Singapura

Info Wisata
Pesawat A380 jumbo banget. Terlihat di ilustrasi ketika mendarat di Bandara Changi. Dua sisi sayapnya menutupi lebar jalan. Makanya hanya bandara tertentu bisa didarati raksasa ini. Antrian di imigrasi panjang sekali. Buat koneksi ke tanah air, Emak menggunakan Airasia. Pesawat berangkat keesokan paginya. Baru ini kami berkesempatan ke luar bandara Singapura. Sebelum-sebelumnya paling transit sejam di sini. Kami ke luar imigrasi, ambil barang dan menginap semalam di bandara.¬†Nyaris sejam kami mengantri di depan konter imigrasi. (more…)

Tiflis, Permulaan

Kisah Perjalanan
Pukul tiga sore, Emak masak nasi. Bangun tidur, semua kelaparan. Di perjalanan, kami sering membawa alat masak sendiri. Paling praktis adalah rice cooker mini dan penggodok air. Lauk tahan lama seperti ayam goreng, empal, abon, dll., dibawa dari rumah. Beras dan mie instan juga. Selain hemat, juga sangat praktis. Kami tak perlu sering keluar untuk mencari makan. Makan di luar paling banyak sekali dalam sehari. (more…)